Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

A Door to A New Life

A Door to A New Life A Cup of Tea

Menikmati Hidup dengan Mensyukurinya

Hellow web surfer yang kurang kerjaan. :)

Dipikir-pikir saya sudah lama banget enggak pernah ke warnet. Kaget banget waktu saya ke warnet saya enggak bisa buka imel n web site saya. enggak tau kenapa saya lupa paswordnya. Ini adalah kali pertama saya ngedit personal homepage saya sejak 4 tahun yang lalu. Banyak cerita yang ingin saya ceritakan. yah... empat tahun bukan waktu yang sedikit untuk melihat dan mengevaluasi perubahan yang telah kita alami. Apalagi kalau dalam empat tahun itu kita tidak pernah saling bertatap muka. Pastinya perubahan kecil akan terlihat besar. Apalagi kalau perubahan besar, wah jadi kelihatan lebih besar. 

 

Pilihan

Saya sering merasa kejadian semenit yang lalu adalah merupakan masa lalu. Perasaan ini membuat kejadian yang terjadi bebrapa bulan yang lalu, menjadi terasa sangat jauh di belakang. Jadi jangan terkejut kalau saya begitu merindukan saat-saat indah semasa SMU. Meskipun beberapa hal yang penting justru tidak dapat saya gambarkan lagi  dalam pikiran saya.

Seperti tulang yang tumbuh seiring berjalannya waktu, otak yang menjadi sebab adanya kehidupan ~ (akal dan perasaan yang dikandung oleh otak menjadikan kita merasa kalau kita hidup) ~ kita pastinya juga berkembang. Hal yang selama ini selalu saya pikirkan adalah bahwa ternyata otak kita butuh banyak bantuan untuk berkembang (yang pastinya akan berkembang ke arah mana). Otak saya butuh organ lain seperti mata dan telinga untuk mengerti bagaimana hidup harus dijalankan.

Jangan Mengejar Kenyamanan dengan Kenyamanan

Untuk mengerti sesuatu memang kta harus belajar untuk mengenalnya. Untuk mengerti apa itu 'bahagia', kita harus belajar untuk mengenal termanya dalam beberapa aspek. Bahagia bisa berarti suasana hati yang begitu riang, atau bisa berarti keadaaan senang tanpa beban. Kebahagiaan bagi saya adalah bisa menikmati teh yang saya seduh bersama dengan keluarga dan orang-orang yang saya cintai. Untuk bisa menikmati tehnya, saya harus menyeduhnya. Hal yang penting yang bisa saya garisbawahi adalah tidak ada kebahagiaan yang bisa dikejar dengan kebahagiaan. Banyak hal harus diraih dengan perjuangan. Untuk berjuang butuh rasa sakit dan pengorbanan. Hal yang mungkin bisa saya bagikan untuk anda yang sedang sama-sama mendambakan kebahagiaan bersama keluarga dan orang-orang yang anda cintai adalah; "Jangan pernah mengejar kenyamanan dengan kenyamanan" karena dijamin tindakan itu akan membuat anda 100% berada pada tempat yang lebih sulit dari yang anda perkirakan sebelumnya.

Pilihan II

Terlalu banyak minum beberapa cangkir teh Foot in mouthmungkin membuat saya terbuai dan melupakan cara untuk  mendapatkan beberapa cangkir teh yang lebih nikmat dan tenang di kemudian hari.

Maksud saya adalah hidup saya terlalu "tenang, lebih tepatnya terlalu "ditenangkan". Salah saya ketika terakhir kali saya meng-update bebrapa tulisan di homepage ini empat tahun yang lalu. Saya salah ketika mengungkapkan kalau hidup bisa lebih bahagia hanya dengan menikmatinya. Saya menginterpretasikan sebagai secangkir teh waktu itu. Apa teh bisa kita nikmati kalau kita belum membuatnya? Apa akan lebih manis kalau kita belum menabur gulanya? Apa akan lebih kental kalau belum kita endapkan tehnya? Itulah hal yang terlewatkan dalam hidup saya. Saya belum membuat tehnya, namun sudah berusaha menikmatinya.  

Pilihan III

sekarang Tuhan menyediakan kesempatan buat saya. Dia menyediakan cangkir untuk teh yang akan saya buat. Teh yang akan saya nikmati di hari nanti. Teh yang akan keluarga kami nikmati sebentar lagi. Tidak akan saya sia-siakan kesempatan ini. Kesempatan yang telah berkali-kali datang pada saya dan berkali-kali pula saya sia-siakan. Tidak Lagi. Akan saya manfaatkan kesempatan ini. Pedih dan rasa sakit adalah proses. Proses memasak air yang akan saya seduhkan. Hidup ini adalah proses. Di dalam proses ada banyak pilihan. Di dalam pilihan ada masa depan.